TULISAN-TULISAN KECIL

Bila kau ingin tahu

oleh Delfira Yusrila Dewi pada 05 Januari 2011 jam 20:58
Aku tak sedang ingin menulis..
Hanya kutahu kau ingin tahu
Apa yg tak kautahu

Kutulis ini buatmu..
Deretan kata yg entah kauanggap apa...
pastinya ini buatmu..
Paling tidak penghalau ragu di dada
Membuka sedikit celah
Hingga kegamblangan itu nyata

Tak guna galau itu padamu
Tak tepat kau cmburui Hari tanpamu padaku
Tak kah kau temukan itu padaku?
Seantero rasa tertumpah padamu..
Tak habis terungkap walau akan ribuan buku kautulis

Kiranya ckup kupastikan padamu
dg mimpiku ttg kita
tentnya tak susah kau pahami aku
Tanpa hambakan diri padamu

Cukuplah dengan ini penutup ragu
Hingga kulihat binar mata itu
Percaya padaku..


TITIK TITIK
oleh Delfira Yusrila Dewi pada 22 Agustus 2011 jam 21:18

Senja memburu malam

Kuburu motor dengan kecepatan yang tak seharusnya kupacu.

TAk mengapa, pikirku lebih cepat lebih baik

Takut mendera, petir menyapa garang

Halilintar mengedip seram

Lampu motor sepertinya tak mau beradu pandang dengan kedipan itu

Gemetar persendian tambahkan ketakutan meruah

Pilihan sekarang hanya dua, henti atau lanjut

Tak apalah kuburu saja

senyum dingin kulihat rumah itu

hujan tak sedikitpun sisakan hangat

kucoba sapa laki-laki tua yang punya senyum hangat

diisyaratkannya sebentuk kekhawatiran dalam kemarahan

aku hanya memberi isyarat asal

perlihatkan aku kuat, aku tak apa-apa

kamar yang begitu hangat sambut beku tubuhku

namun aku harus keluar dan kuukir senyum agar laki-laki tua itu tak khawatir

kembali ke kamar

tak boleh ada waktu tersisa aku harus larut dalam kehangatan mimpi

hangat dalam mimpi anugerah SAng Sempurna

Tak kutahu, udara luar begitu hangat dalam perbincangan malam

tak kutahu pertanyaan telah terjawab

tak kutahu telah ada serah terima perjanjian

tentangku...

hm...

pagi hangat menyapa renda-renda tirai

tak ada alasan utnuk terlambat hari ini

TAk bisa, pak tua berkumis tipis itu pasti akan sunggingkan sesinis senyum

kusangka angin gelombangkan suara aneh

tak kukenali suara itu dengan pasti

namun cerita Sang revolusioner islam beserta istrinya menjadikan itu mungkin

hingga akhirnya sebentuk lingkaran kecil di sematkan di sini..

di hatiku..



"G"

oleh Delfira Yusrila Dewi pada 03 September 2011 jam 20:52
Nyata takut itu ada padaku
Mereka blg angka "tiga" ada padaku
Tak kah mereka tau,hatiku beku dlm bimbang yg mraja
Doa besar selalu ada tatkala mereka caci aku dg canda mereka

otakku bisa mental sekian meter dari kepalaku bila mereka tak hentikan itu skarang
Atau bisa saja mukaku pasi dan sluruh tubuhku lumer ke tanah

Bila saja mreka tetap tak berhenti
Apa dayaku?
Bulat kuberikan diri pada mereka utk dilahap
Hingga setiap inci tubuh perlahan pergi..,,


TL

oleh Delfira Yusrila Dewi pada 16 September 2011 jam 15:59
Buatmu...
Aku tak punya elak
Kuat padamu bius itu
Menyeruak dalam diam
Setidaknya cukup aku berenang di dalamnya

Namun jaring laba-laba tipis
petantang petenteng depanmu
Depanku
walau terterobos,
Kau tak dapat musnahkan
Begitu juga padaku

0 komentar:



Posting Komentar