Pengen ngeblog lagi..mas boby juga bolehin..aci modemnya mas bobi......
Adalah yang terbaik....
Kulihat sudah Riak kecil di ufuk barat Kala yg sama, burung2 bernyanyi pnuh riang Tak kumaksud bertanya Namun mereka beri jawab sempurna Bismillah...
Ini tentangku... Tentang hari-hariku yang semakin lama semakin kusadari bahwa semuanya adalah yang terbaik yang diberikan Sang Sempurna kepadaku. Walau kata Khairil "Luka dan bisa kubawa berlari" ini tak menyurutkan semangatku dalam pengabdian suci.SMAN Pintar Raih Juara Umum pada Bulan Bahasa
My Special Day....( Isrianto dan Delfira Yusrila Dewi)
Foto-Foto teater kelas XI SMAN Pintar 2011
Ass...untuk yang tersayang siswa-siswaku di SMAN Pintar, kalian bisa melihat foto-foto pementasan kemaren di sini ya...
Jalan-jalan dengan teman-teman pasca
Hm........seru sekali jalan-jalan dengan teman-teman pasca
bagi teman-teman yang ingin melihat fotonya klik saja di sinihttp://www.blogger.com/img/blank.gif
TULISAN-TULISAN KECIL
Bila kau ingin tahu
Hanya kutahu kau ingin tahu
Apa yg tak kautahu
Kutulis ini buatmu..
Deretan kata yg entah kauanggap apa...
pastinya ini buatmu..
Paling tidak penghalau ragu di dada
Membuka sedikit celah
Hingga kegamblangan itu nyata
Tak guna galau itu padamu
Tak tepat kau cmburui Hari tanpamu padaku
Tak kah kau temukan itu padaku?
Seantero rasa tertumpah padamu..
Tak habis terungkap walau akan ribuan buku kautulis
Kiranya ckup kupastikan padamu
dg mimpiku ttg kita
tentnya tak susah kau pahami aku
Tanpa hambakan diri padamu
Cukuplah dengan ini penutup ragu
Hingga kulihat binar mata itu
Percaya padaku..
TITIK TITIK
Senja memburu malam
Kuburu motor dengan kecepatan yang tak seharusnya kupacu.
TAk mengapa, pikirku lebih cepat lebih baik
Takut mendera, petir menyapa garang
Halilintar mengedip seram
Lampu motor sepertinya tak mau beradu pandang dengan kedipan itu
Gemetar persendian tambahkan ketakutan meruah
Pilihan sekarang hanya dua, henti atau lanjut
Tak apalah kuburu saja
senyum dingin kulihat rumah itu
hujan tak sedikitpun sisakan hangat
kucoba sapa laki-laki tua yang punya senyum hangat
diisyaratkannya sebentuk kekhawatiran dalam kemarahan
aku hanya memberi isyarat asal
perlihatkan aku kuat, aku tak apa-apa
kamar yang begitu hangat sambut beku tubuhku
namun aku harus keluar dan kuukir senyum agar laki-laki tua itu tak khawatir
kembali ke kamar
tak boleh ada waktu tersisa aku harus larut dalam kehangatan mimpi
hangat dalam mimpi anugerah SAng Sempurna
Tak kutahu, udara luar begitu hangat dalam perbincangan malam
tak kutahu pertanyaan telah terjawab
tak kutahu telah ada serah terima perjanjian
tentangku...
hm...
pagi hangat menyapa renda-renda tirai
tak ada alasan utnuk terlambat hari ini
TAk bisa, pak tua berkumis tipis itu pasti akan sunggingkan sesinis senyum
kusangka angin gelombangkan suara aneh
tak kukenali suara itu dengan pasti
namun cerita Sang revolusioner islam beserta istrinya menjadikan itu mungkin
hingga akhirnya sebentuk lingkaran kecil di sematkan di sini..
di hatiku..
"G"
Mereka blg angka "tiga" ada padaku
Tak kah mereka tau,hatiku beku dlm bimbang yg mraja
Doa besar selalu ada tatkala mereka caci aku dg canda mereka
otakku bisa mental sekian meter dari kepalaku bila mereka tak hentikan itu skarang
Atau bisa saja mukaku pasi dan sluruh tubuhku lumer ke tanah
Bila saja mreka tetap tak berhenti
Apa dayaku?
Bulat kuberikan diri pada mereka utk dilahap
Hingga setiap inci tubuh perlahan pergi..,,
TL
Aku tak punya elak
Kuat padamu bius itu
Menyeruak dalam diam
Setidaknya cukup aku berenang di dalamnya
Namun jaring laba-laba tipis
petantang petenteng depanmu
Depanku
walau terterobos,
Kau tak dapat musnahkan
Begitu juga padaku
Prestasi di bulan bahasa Pasar Pelantara se-Provinsi Riau di SMA Plus
kabar tentang gemilangnya prestasi SMA Pintar dalam bidang sastra juga dipublikasikan di Riau Pos
Untuk lebih jelasnya silahkan di klik di sini
Prestasi SMA Pintar November 2010


Alhamdulillah....
November 2010 merupakan bulan yang mengesankan bagi SMA Pintar. Bagaimana tidak, banyak prestasi yang membanggakan yang dapat diraih siswa-siswinya.
Olimpiade bahasa Jerman baru-baru ini yang diadakan di Pekanbaru merupakan ajang dalam menunjukkan jati diri SMA Pintar. Dari empat orang siswa yang ikut, alhamdulillah SMA Pintar berhasil memperoleh juara 2, 3, 6, dan 28 se-Riau. Yang selanjutnya juara satu dan dua akan mewakili Riau ke JAkarta untuk mengikuti ajang yang sama.
Selanjutnya, bulan bahasa "Pasar Pelantara" yang dilaksanakan di SMA Plus Pekanbaru pada SAbtu, 28 November 2010 membawa nama baik SMA Pintar di ajang sastra Indonesia. Siswa SMA Pintar berhasil mempertahankan juara tahun lalu, yakni juara I dan II lomba penulisan puisi dan juara II lomba penulisan cerpen. Dibandingkan bulan bahasa tahun lalu di SMA Plus, kali ini berhasil meningkatkan prestasi di bidang penulisan cerpen, karena tahun lalu hanya berhasil menduduki posisi ke 3. Siswa -siswi hebat tersebut adalah Anteng Isnanto (juara 1 lomba puisi yang kedua kalinya di ajang yang sama), BAihaki Erwanda (Juara kedua penulisan puisi), serta Aprida (juara kedua penulisan cerpen)
Namun sayang, saat mengikuti lomba memperingati hari AIDS sedunia di Kuantan Singingi, siswa SMA Pintar hanya berhasil memperoleh juara kedua lomba baca puisi. KEanehan aatau kejanggalan sangat banyak terlihat dalam lomba tersebut. apalgi ada sebagian jurinya yang tidak kompeten di bidangnya. sehingg terkesan, lomba yang mengahruskan pesertanya untuk membacakan karya sendiri tersebut hanya asal-asalan.
Puisi yang dibuat oleh Siswa SMA Pintar dikatakan "tanpa isi" padahal status menulis puisi tersebut sudah mendapat pengakuan dari provinsi,
Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi...
Video pengambilan nilai puisi
Ass..BAgi yang penasaran dengan kolaborasi puisi kemaren, berikut ibu lampirkan videonya...
Video Kolaborasi puisi
Ass. Siswa-siswi kelas XII pasti penasaran melihat bagaimana penampilan mereka di pengambilan nilai puisi kemaren. untuk itu, ibu akan mem-posting video kalian..tapi tidak semuanya...
Lafal, intonasi, dan ekspresi sangat menentukan untuk penilaian, tidak ketinggalan juga setting panggung, musik dan properti yang digunakan.
Salut Untuk Kelas XII TA 2010/2011




Ass.
ini saya tujukan untuk kelas XII, alhamdulillah, pengambilan nilai pada 12 November 2010 untuk kolaborasi puisi berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Seperti yang kita ketahui, 12 kelompok sudah menampilkan hal terbaik yang bisa mereka berikan, semuanya berkat latihan dan kerja sama dalam kelompok. Walaupun saat penampilan terjadi beberapa kesalahan, namun masih bisa ditutupi dengan pintarnya kalian untuk berimprovisasi...
Hanya..., ada sedikit yang saya sesalkan, ada sebagian kelompok yang tidak melaksanakan seperti apa yang diinstruksikan, misalnya dalam pemilihan puisi.
Orang yang PINTAR berpuisi tidak tergantung pada puisi apa yang dia kolaborasikan. orang yang PINTAR berpuisi adalah orang yang bisa membacakan puisi apapun dan dengan tema apapun. Selain itu ketidakadilan juga nanti bisa dirasakan oleh kelompok lain yang melaksanakan sesuai dengan apa yang diinstruksikan...
oleh karena itu diharapkan di masa yang akan datang/tugas selanjutnya ini perlu diperhatikan.
Secara keseluruhan bisa saya katakan bahwa Kolaborasi Puisi yang kalian laksanakan berpredikat "sangat Baik" Mudah-mudahan hal yang baik ini terus berlanjut di masa yang akan datang..amin...
Pemberitahuan
Kepada Siswa-siswi yang ingin berpartisipasi mengikuti lomba bulan bahasa di SMA Plus dan Lomba yang di taja oleh Riau Pos, agar mengirimkan karyanya berupa cerpen(maksimal 2 karya ) atau puisi (maksimal 2 karya)ke email delfirayusriladewi@yahoo.co.id
karya yang dikumpulkan akan diseleksi,bila karyamu terpilih maka akan diikutsertakan pada lomba bulan bahasa di SMA Plus atau Lomba yang di taja oleh Riau Pos
Karya kamu akan diterima paling lambat hari sennin, 15 November 2010
Diharapkan semua siswa terlibat dalam ajang ini.
Terima kasih.
Buat Apa
Bila tiada perasaan
Tak usah pedulikan perasaan
Bila tiada ingin
mengapa pertimbangkan ingin
Aku tak kautahu
kau tak kutahu
sebaiknya memang tak saling tahu..
Cahaya (Malaikat) Turun di atas Ka_bah
Belum tau apakah ini benar-benar terjadi atau tidak, namun saya sangat tertarik untuk meng-upload di blog saya...
Cerpen karya anak-anakku..
Tanpa Kata
By : Tria Marta Gusnisa
Air mataku mengalir tanpa hambatan. Di hadapanku ada seseorang yang sangat baik dan sopan. Dia diam tanpa suara, tanpa senyuman, tanpa tawa, tanpa lirikan, dan tanpa gerakan. Terbaring manis menunjukkan pose tidurnya yang dia pikir keren.
“Apa yang terjadi padamu?” tanyaku lirih hampir tak terdengar. Tak kulihat ekspresinya berubah, datar saja, seperti tak terjadi apa-apa. Hanya matanya yang mengisyaratkan bahwa tubuhnya tak mampu tutupi sakitnya.
****
“Putra! Pinjam pena.” pintaku dengan lembut.
“Oh, silakan.” Sambil menyerahkan pena. Aku mengambil pena itu sambil tersenyum manis, dia pun tersenyum padaku. Senyum manisku tiba-tiba berubah. Aku mengangkat pena biru itu lalu menghempaskannya ke lantai.
“Oeh, apa-apaan nih?”
“Heh, ini salahmu!”
“Apa?”
“Kamu ikut mengolok-olok aku tadi, bukan?”
“Ya! Tapi bukan aku saja yang begitu”
“Mmm kau jahat!”
“Tria!” teriaknya saat aku keluar.
“Triiiiiiiing” lonceng istirahat berdering sudah. Mengakhiri pertengkaranku dengan Putra, lelaki yang sebenarnya aku kagumi kelembutan hatinya. Perlahan kelembutan hati lelaki itu merubahnya. Perasaan itu kini makin sesak di dada.
Di Pagi hari aku telah disibukkan dengan alat-alat memasak. Aku harus menenteng wajan dan panci sendirian ke sekolah. Tapi bagiku itu tidak masalah. Dengan jarak rumah yang tidak lebih dari 5 meter, aku dapat membawanya dengan santai. Aku melangkah penuh percaya diri menuju dapur sekolah yang berada di ujung koridor.
Aku masuk, teman sekelompokku telah menunggu di depan meja hidangan. Mataku langsung tertuju pada lelaki yang berdiri tegap dengan senyum yang terukir di wajahnya, Putra. Akhirnya aku dapat membalas senyumannya walupun hati ini rasa akan meledak.
“Mmm sekarang lakukan bagian masing-masing. Tria, kamu bagian memanggang dengan Putra.” Kata ketua kelompok dengan tegas. Kami melangkah keluar lalu memanggang ikan di tanah bekas adukan semen. Aku duduk santai sambil menyalakan api.
“Putra sering masak di rumah?”
“Ah, hanya nasi goreng.” Jawabnya malu-malu.
“Oh... Jadi ini pertama kalinya memanggang ikan?”
“Ya.” jawabnya sambil mengangguk.
“Eh, tidakkah kamu khawatir. Kita terlalu jauh dari mereka!”
“Mmm biarkan saja. Toh ada kamu. Bagiku kamu saja sudah cukup. Haha” Putra tersenyum melirikku. Aku mengalihkan pandanganku ke bawah.
“Hmm lumayan.” kataku kemudian.
“Apanya?”
“Duar” suara ledakan itu mengalihkan perhatian kami. “Duar” sekali lagi suara itu ternyata berasal dari tempurung yang kami bakar. Kami hanya diam dan memperhatikan. Ledakan kembali terjadi, kali ini mengenai Putra. Aku panik, siswa telah berdatangan. Aku dan Putra segera mengambil air dan memadamkan apinya.
Setelah api padam, siswa yang semulanya ada di tempat itu pun menghilang. Aku melihat ke arah Putra. Sejenak kami terdiam satu sama lain. Beberapa detik kemudian kami tertawa terbahak-bahak.
“Bagaimana bisa meledak?”
“Entahlah.”
“Putra tangannya...?”
“Ah, sudahlah.” jawabnya santai.
“Sudahlah kita goreng saja ikannya!” tambahnya.
Kami meninggalkan bara api yang sudah padam itu kemudian kembali ke dapur. Namun, aku tak menemukan seorangpun di sana. Aku berlari menuju laboratorium IPA yang saat itu dijadikan ruang makan. Dari kejauhan aku dapat melihat semua siswa telah selesai makan. Aku menunduk kesal.
“Yah, habis. Kita tidak bisa makan berdua deh.”
“Bisa!” kataku spontan saja.
“Maksudku kita berdua tidak ikut makan bersama, hehe.”
“Hehe” aku tertawa menahan malu.
Siang itu dilanjutkan dengan pertandingan olahraga antarkelas. Putra yang saat itu bermain sepak bola sesekali melirik dan tersenyum padaku. Sejenak terlintas di pikiranku bahwa Putra menaruh hati padaku. Cepat-cepat aku buang jauh pikiran itu dan kembali menikmati menonton pertandingan yang hampir usai ini. Aku tetap bahagia meskipun kelasku tidak memenangkan pertandingan.
Hari ini Idul Adha. Aku dan temanku, Rati pergi ke Benai Kecil dengan mengendarai sepeda motornya. Aku melihat ke langit. Langit begitu cerah tapi terik matahari tidak mampu menyentuh kulitku. Keadaan langit begitu aneh, namun aku tidak mempedulikannya lagi. Yang ada di benakku hanya Putra dan Putra.
Tiba-tiba Rati menghentikan sepeda motornya. Aku sedikit terdorong ke depan.
“Kenapa?”
“Ada telepon.” Jawabnya sembari mengambil Handphone di saku belakang celananya.
Sementara Rati mengangkat telepon aku menyempatkan diri melihat sawah dari kejauhan. Hijaunya padi menyejukkan mata yang melihat. Tiba-tiba saja sebuah sepeda motor berhenti dan menghalangi pandanganku. Perempuan itu melambaikan tangannya. Rati yang selesai menelpon langsung mengajakku pergi meninggalkan perempuan yang ternyata teman sekelasku.
“Kenapa, Ti?”
Rati tidak menjawab maupun menoleh. Aku semakin bingung. Sepanjang perjalanan aku hanya menanyakan itu saja. Tapi Rati tidak pernah mau menjawab.
“Perasaanku tidak enak. Kita pulang yuk!”
Rati tidak menghiraukan permintaanku, dia menghentikan sepeda motornya tak jauh dari bengkel tua di Benai. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, aku dapat melihat kerumunan orang di depan bengkel tua itu. Rati menarik tanganku lalu kami berlari menuju kerumunan orang itu.
Air mataku menaglir dengan mudahnya. Menatap jalan yang penuh dengan kerumunan orang. Dari sela-sela keramaian itu dapat kulihat darah yang tergenang di aspal. Aku semakin takut dan cemas. Rati membawaku keluar dari kerumunan itu.
“Si..siapa?” tanyaku gugup.
“Pu...tra.” katanya sambil menangis.
*****
TOT Guru Inti MGMP Bahasa Indonesia di Pekanbaru 17-20 Mei 2010
Assalamualaikum...
Jujur ini pengalaman pertama saya mengikuti TOT Guru Inti MGMP Bahasa Indonesia. Dengan pengalaman yang sangat minim saya berusaha mengikuti MGMP ini dengan sangat bersemangat. Saya benar-benar ingin menjadi guru yang berkualitas, saya benar-benar ingin memahami semua materi yang diberikan instruktur.
Ternyata sangat menyenangkan, di sini semua guru bidang studi saling berbagi ilmu, saling bertukar pikiran tentang strategi mengajar, tentang semuanya...
semuanya begitu menyenangkan.
Mudah-mudahan akan selalu ada pelatihan seperti ini..amin...






